Wahai Manusia, Berhati-hatilah Terhadap Perangkap "Black Hole" Setan dan Para Pengikutnya
Inilah rangkaian Kutbah, Suhbah Sulthanul Awliya Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani qs malam ini 30 Juli 2010, yang merupakan hatif suara Ilahiah yang turun kedalam kalbu beliau melalui Rasulullah saw dan Masyaikh Naqshbandi
Wahai Manusia. Berhati-hatilah Terhadap Perangkap "Black Hole" Setan dan Para Pengikutnya
Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani qs
Lefke Cyprus, 30 Juli 2010
Audzubillahi minas syaithanir rajim, Bismillahir rahmaanir rahim
'Black hole' bukan hanya sesuatu yang kamu lihat di langit. Di dunia ini juga ada begitu banyak 'black hole', yang juga menelan manusia ke dalamnya. Tentara Setan telah berkembang sehingga ia meliputi seluruh bumi ini,dan mereka menginginkan agar manusia tenggellam di dalam 'black hole" perangkap setan.
Manusia adalah tujuan dari serangan shaitan. Shaitan ingin supaya manusia kehilangan pakaian kemuliaan nya yang telah di karuniakan Allah swt kepada manusia. Walaupun sehebat apa manusia itu, seperti bintang yang besar, mereka akan musnah jika ia di telan oleh 'black hole.' Tiada yang tahu kemana bintang-bintang itu menghilang.
Bumi ini di penuhi oleh lorong-lorong kegelapan. Begitu banyak setan yang mengajak kalian untuk memasuki lorong-lorong kesesatan ini. "Masuklah, masuklah, kamu tidak di kenakan bayaran" setan merayu mengajak manusia masuk ke dalam lubang-lubang gelap ini. Dan Manusia yang jatuh ke dalamnya, maka dia akan binasa. Ucapkanlah selalu A'uzubillah himinash shaitan nirrajim, agar kalian terhindar dari jebakan setan.
Pada zahirnya, jalan taat adalah sangat sukar tetapi ia akan membawa keselamatan, kesenangan dan kebahagiaan. Dan jalan sesat adalah jalan yang sangat menarik, nampaknya sangat menyenangkan, tetapi apabila kamu memasukinya, maka kamu akan dapatkan selubung kegelapan, kesedihan dan penderitaan, dan kamu tidak akan menemui jalan keluar darinya.
Manusia zaman ini akan di uji. Kebanyakan manusia tidak menggunakan akal mereka, sebaliknya, mereka mengikuti ego mereka. Mereka taat kepada nafsu mereka, dan mereka jatuh ke dalam lorong yang sempit dan gelap. Renungkanlah, kamu tak akan hidup selamanya. Ikutilah jalan para Nabi dan Rasul, mereka mengikuti jalan penghambaan kepadaNya.
Malam ini adalah malam dibulan Sya’ban. Dalam 10 hari, kalian akan sampai ke Ramadan. Hilangkan dari diri kalian pakaian-pakaian setan yang kalian kenakan. Gantikan dengan pakaian penghambaan. Jadilah hamba Allah, walau untuk sebulan saja. Walau kamu beribadah dan bertobat dalam satu bulan, DIA akan menerima taubatmu, Insya Allah.
Begitu banyak orang Islam yang tidak mau puasa, mereka tidak mau berusaha untuk mentaati Allah walau hanya untuk sebulan saja. Mereka tidak mau melatih nafsu mereka untuk mentaati Allah dalam bulan yang sangat singkat ini. Kalian mesti menunaikan hak Allah, tetapi kalian hanya berjuang untuk menegakkan hak kalian sendiri. Manusia hanya memikirkan kesusahan duniawi saja.
Manusia hanya memikirkan kesusahan duniawi mereka. Dan krisis ekonomi yang menimpanya. Itu bukanlah sebenar-benarnya krisis atau kesusahan sebenarnya. Krisis sebenarnya terjadi, ketika manusia meninggalkan penghambaan, maka berbagai musibah menimpanya, karena mereka meninggalkan penghambaan. Setiap yang mereka makan menjadi racun, kerana mereka meninggalkan Tuhan mereka dan mereka memungkiri janji mereka kepada Allah swt.
Setiap yang haram adalah racun bagi manusia, yang membawa laknat Allah atas kamu. Dan hal itu membawa kesusahan dan penderitaan atas manusia. Itulah puncak bala bencana dan kutukan' turun atas bumi ini. Manusia zaman ini mabuk dengan kehidupan dunia. Mereka lupa akan tujuan hidupnya, dan ia tenggellam dalam dunia khayalan.
Ya Rasulullah, berilah kami syafaat, dan kami menanti berita terbaik mengenai seorang kalifah yang akan Allah turunkan kebumi ini untuk menjadi Khalifa-Nya yang terakhir untuk seluruh Ummah, Sayyidina Mahdi alaihi salam. Isyfalana Ya Habibana, Isyafa lana Yaa Rasulullah, Berilah syafa’at bagi kami, Wahai kekasih kami. Maafkan kami, forgive us Yaa Allah. Demi kehormatan hambaMu yang paling Mulia, Sayidina Muhammad saw
Wa min Allah at Tawfiq


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home